Dewan Komisi IV Sebut Kabupaten Bekasi Primadona Investor Di Jawa Barat

9

Esa Asa Kita News | Cikarang Pusat- Dewan Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Ahmad Zamroni apresiasikan peningkatan investasi di Kabupaten Bekasi.

Dia berharap penyerapan tenaga kerja lokal terus bertambah dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bekasi.

“Kabupaten Bekasi menjadi primadona para investor di Jawa Barat, ini membuktikan semua fasilitas yang mendukung iklim investasi berjalan dengan baik,” kata dia.

Sebagai anggota DPRD, Zamroni terus mendukung agar setiap peraturan dan perizinan yang ada di Kabupaten Bekasi semakin dipermudah untuk mendukung iklim investasi.

Dipermudahnya peraturan dan perizinan diharapkan dapat mendorong agar kran investasi di Kabupaten Bekasi semakin terbuka lebar serta memberikan kesempatan kepada para pengusaha lokal, nasional dan international untuk berinvestasi di sini.

“Idealnya ya seperti itu, peraturan dan perizinan tidak banyak neka-nekonya, tidak ada lagi perizinan yg berbelit-belit, ini yang harus kita lakukan. Agar tujuannya jelas, investasi terus menerus meningkat setiap tahunnya,” katanya.

Menurut dia, kemudahan berinvestasi serta faktor keamanan dan kenyaman menjadi penunjang pengusaha menanamkan modalnya di Kabupaten Bekasi.

Jika para pengusaha nyaman, Zamroni yakin pengusaha lainnya akan menyusul untuk berinvestasi di Kabupaten Bekasi.

Selain itu, kata dia, dampak yang akan dirasakan yaitu meningkatnya penyerapan tenaga kerja lokal di Kabupaten Bekasi.

“Nah penyerapan tenaga kerja lokal menjadi faktor penting dimana pemerintah daerah sangat berperan mendorong agar perusahaan yang ada, bisa maksimal mengutamakan para tenaga kerja lokal bekerja di perusahaannya,” kata dia.

Zamroni berharap persoalan tenaga kerja lokal di Kabupaten Bekasi dikelola dengan baik, pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja harus membuat satu sistem untuk mendata setiap perusahan yang membutuhkan tenaga kerja, agar para pencari kerja mudah mendapat informasi lowongan kerja.

Saat ini, penyerapan tenaga kerja lokal dilihatnya belum berjalan maksimal. Salah satu faktornya yaitu kondisi pandemi Covid-19 yang sangat memukul para pengusaha sejak tahun 2020.

Namun, saat ini, masuk tahap pemulihan ekonomi dimana para pengusaha mulai menggeliat kembali menghidupkan roda usahanya di Kabupaten Bekasi.

“Ya kondisi Covid membuat perusahaan ada yang tidak menyerap tenaga kerja, bahkan memberhentikan karyawannya. Tetapi saya yakin, saat ini kita memasuki tahap pemulihan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga mulai menggeliat kembali,” tandasnya. (Adv)