Dewan Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi KBM Tatap Muka Perlu Kajian Yang Matang

14

Esa Asa Kita | Cikarang Utara- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi meminta Dinas Pendidikan agar tidak melakukan euforia berlebihan ketika belajar tatap muka digelar pada Juli 2021 mendatang.

Sekertaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdi menyebutkan kita harus bersikap profesional dalam menghadapi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka ini.

“Kita tidak juga harus membuat ini menjadi sulit dalam menghadapi KBM secara tatap muka di tahun ajaran baru ini,” kata Rusdi.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan diantaranya kajian yang matang dan secara berkesinambungan.

Karena kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Bekasi masih sangat dinamis.

“Jadi pemerintah daerah harus benar-benar melakukan kajian yang matang untuk KBM ini,” katanya.

Selain itu, kata Rusdi, ketersediaan tempat cuci tangan serta kapasitas murid juga perlu dibatasi.

“Didalam Perda tersebut juga diatur soal tingkat keterisian ruang kelas yaitu 50 persen. Jadi kalau satu kelas daya tampungnya 40 murid, maka maksimal yang boleh hanya 20 murid,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi juga harus memperhatikan soal waktu KBM. Seperti dibagi menjadi dua shif, yakni pagi dan siang.

“Ini persoalan manajemennya. Jadi kalau dari 40 murid dibagi dua shif, maka pagi 20 murid sisanya di siang hari,” ungkapnya.

Pelaksanaan KBM juga tidak diperbolehkan lebih dari dua jam dalam sehari.

“Kemudian dalam seminggu juga tidak diperbolehkan KBM lebih dari dua hari,” imbuhnya.

“Pak Presiden juga sudah memberikan arahan, kegiatan KBM dilakukan secara berselang. Jadi misalnya KBM hari Senin, Selasanya libur. Jadi hari Selasa dilakukan penyemprotan disinfektan di ruang kelas,” lanjutnya.

Pelaksanaan KBM secara tatap muka diharapkan berjalan dengan lancar. Namun jika penularan Covid-19 kembali meningkat dan Kabupaten Bekasi masuk ke dalam katagori zona merah atau oranye, Rusdi meminta agar KBM kembali dilakukan secara online.

“Dimungkinkan jika dalam pelaksanaanya terjadi perubahan zona, maka kegiatan KBM kembali secara online. Ya, zona merah atau oranye tidak dilakukan pembelajaran secara tatap muka,” pungkasnya (BS).