Mulai Malam Ini, Mudik Dilarang

38

ESA ASA KITA NEWS | CIKARANG UTARA – Operasi Ketupat Jaya 2021 akan dimulai pada 6 Mei 2021 pukul 00.00 WIB. Petugas akan mulai melakukan penyekatan kepada warga yang hendak mudik dari Kabupaten Bekasi.

“Ada 14 pos penyekatan atau check point dan akan beroperasi mulai Kamis pukul 00.00 wib,” kata Kapolresta Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, usai Apel Gelar Pasukan, Operasi Ketupat Jaya 2021, di Lapangan Mapolres Metro Bekasi, Rabu (5/5/2021) sore.

Hendra menuturkan, di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kabupaten, sebanyak 1.018 personel, mencakup TNI Polri dan unsur perangkat daerah akan dikerahkan.

Ia menyebutkan, semua personil akan memeriksa kendaraan yang melintas keluar Kabupaten Bekasi di berbagai wilayah. Termasuk kendaraan yang keluar masuk perbatasan Karawang dan Bekasi satu per satu.

Bagi yang terindikasi akan mudik, kata Kapolres, petugas akan bertindak tegas dengan langsung memutar balik kendaraan.

“Setiap kendaraan akan diperiksa, yang terindikasi mudik akan diputar balikan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan, penyekatan dan larangan mudik merupakan bagian dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Kita masih tetap dengan upaya menekan penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Eka menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan mudik sesuai dengan instruksi pemerintah.

Pemerintah daerah dan kepolisian, kata Eka, tidak akan berhenti untuk mengingatkan masyarakat Kabupaten Bekasi agar tidak mudik pada Lebaran tahun ini.

“Apalagi di Kabupaten Bekasi masyakaratnya. Cukup beragam dan banyak pendatang dan ini semua kita tidak henti- hentinya untuk woro- woro untuk tetap jaga protokol kesehatan dan tidak melakukan mudik bagi masyarakat,” tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa mudik Idul Fitri 2021 ditiadakan. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Indonesia yang kian meluas pasca libur panjang.

Larangan mudik berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri dan seluruh masyarakat. Dia juga menuturkan bahwa langkah ini diambil dalam rangka upaya vaksinasi yang dilakukan bisa maksimal sesuai dengan yang diharapkan. (Sp)