Satpol PP Usulkan Penambahan 30 PPNS Tahun Ini

149

ESA ASA KITA NEWS | CIKARANG PUSAT,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi mengusulkan penambahan sebanyak 30 Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi pada tahun ini.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bekasi, Hanip, mengakui saat ini jumlah PPNS di Kabupaten Bekasi masih minim, sehingga perlu ada penambahan karena keberadaan PPNS cukup penting.

“Saat ini kita baru ada 24 PPNS. Idealnya minimal kita punya 100 PPNS. Memang pengusulan PPNS juga tergantung anggaran. Karena calon PPNS akan mengikuti diklat,” ungkapnya kepada wartawan.

Hanip menjelaskan, PPNS memiliki tugas sebagai penyidik bagi mereka yang melanggar Peraturan Daerah (Perda). PPNS ada di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kecamatan. Dalam satu kecamatan idealnya terdapat satu atau dua PPNS.

“Saat ini dari 23 kecamatan baru ada tiga orang PPNS, yaitu di Kecamatan Sukatani, Cibitung dan Tambun Utara. Diluar kecamatan itu belum ada,” ungkapnya.

Kemudian untuk Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), kata dia, idealnya memiliki empat sampai lima PPNS.

“Kalau Disdukcapil kan suka melakukan operasi yustisi (operasi administrasi kependudukan), sementara Disnaker kaitannya dengan pelanggaran ketenagakerjaan,” paparnya.

Pelaksanaan diklat PPNS saat ini kata dia terkendala pandemi covid 19. Biasanya diklat dilaksanakan pada triwulan dua atau pertengahan tahun. Penyelenggara diklat bisa dari Kemendagri, Pemprov Jabar atau Pemkab Bekasi.

“Iya kalau penyelenggaranya Kemendagri berarti anggarannya dari APBN, kalau Pemprov dari APBD Provinsi, kalau Pemkab Bekasi anggaran dari APBD Kabupaten. Peserta diklat terbatas, harus ikut seleksi dulu. Setelah ikut diklat peserta akan menerima sertifikat diklat PPNS,” tandasnya. (zal)