Bupati Eka Minta Gubernur Tidak Perpanjang PSBB, Kab Bekasi Sukses Menekan Angka Kasus Covid-19

1952

ESA ASA KITA NEWS | KABUPATEN BEKASI,- Kabar menggembirakan datang dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi. Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja selaku Ketua Gugus Tugas Kabupaten Bekasi berhasil menekan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Bekasi. Ini cerita keberhasilannya.

Hingga hari ke-10 pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bekasi, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh jauh lebih banyak dari yang dirawat. Angka penambahan kasus baru pun mulai mendatar dan tidak terjadi kenaikan yang signifikan.

Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi mengapresiasi upaya Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi yang telah berhasil menekan angka kenaikan kasus positif covid-19 serta bertambah banyaknya pasien yang sembuh.

“Secara prinsip kami mengapresiasi, dari data-data yang ditunjukkan, angka kasus positif stagnan, yang sembuh juga banyak, ini sesuatu yang menggembirakan bagi kami, dan kami minta supaya proses ini diperkokoh dan diperkuat lagi pencegahannya,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi Imam Hambali, usai melakukan kunjungan ke Posko Gugus Tugas Covid-19 di Gedung Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Jumat (24/04/20) siang.

Fraksi PKS juga memberi masukan kepada Bupati Bekasi sebagai Ketua Gugus Tugas, agar pencegahan penularan Covid-19 di tingkat RW dan desa harus lebih diaktifkan lagi.

“Kami juga dari PKS siap turun ke masyarakat, siap bersinergi dengan tim gugus tugas untuk mengisi kekosongan dalam upaya percepatan dan penanganan Covid-19 ini,” kata Imam.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Mohamad Nuh yang menilai upaya gugus tugas dari sisi kesehatan sudah cukup bagus sehingga angka kasus positif baru tidak terlalu dominan.

Kedatangan Fraksi PKS ke Posko Gugus Tugas Covid-19, lanjut Mohamad Nuh, juga dalam rangka menyampaikan aspirasi masyarakat terkait masalah jaring pengaman sosial bagi warga yang terdampak Covid-19.

“Kami sampaikan ke Pak Bupati agar secepatnya dilakukan jaring pengaman sosial, terutama di desa-desa supaya tidak terjadi gejolak, karena saat ini masih banyak warga yang terkendala dalam memperolah bantuan,” kata Mohamad Nuh.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Fraksi PKS, terkait dengan penyaluran bantuan untuk warga terdampak, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, Pemkab Bekasi melalui Dinas Sosial telah menyalurkan sebanyak 152.000 paket sembako ke semua desa di Kabupaten Bekasi secara bertahap.

“Banyak yang protes pemerintah daerah dinilai lambat menyalurkan bantuan. Permasalahannya bahan untuk paket sembako itu harus kita pilah-pilah, kita kemas dulu, jadi kita salurkan bertahap dan kita dahulukan untuk warga di zona merah,” kata Eka.

Bupati juga menegaskan Pemkab Bekasi akan menambah anggaran bantuan sosial untuk warga terdampak covid-19, terutama bagi yang datanya baru masuk atau yang belum terdata sebagai penerima bantuan.

Bupati Minta Gubernur Tidak Perpanjang PSBB di Kabupaten Bekasi

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Eka didampingi Sekda Kabupaten Bekasi H. Uju, Kepala Dinas Kesehatan Sri Enny Mainarti, Kepala Diskominfosantik Rohim Sutisna dan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 dr Alamsyah mengatakan, pihaknya akan meminta pendapat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tentang perlu tidaknya perpanjangan PSBB di Kabupaten Bekasi seperti dilakukan DKI Jakarta yang memperpanjang penerapan PSBB hingga 28 hari.

Data terbaru dari laman pikokabsi.bekasikab.go.id, Jumat malam (24/04/2020), jam 20.00 WIB menyebutkan jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh di Kabupaten Bekasi mencapai 28 orang, dengan rincian kasus terkonfirmasi positif sebanyak 63 orang, 7 pasien dirawat di rumah sakit, 20 orang isolasi mandiri dan 8 meninggal dunia.

Selain itu tercatat 587 ODP (Orang Dalam Pengawasan), 154 PDP (Pasien Dalam Pengawasan), 183 OTG (Orang Tanpa Gejala) dan 5 OPP (Orang Pelaku Perjalanan).

Angka tersebut menunjukkan tidak ada kenaikan sejak empat hari sebelumnya.

Sebelumnya, tiga pasien positif virus corona asal Kabupaten Bekasi dinyatakan sembuh. Ketiganya telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing pada akhir Maret 2020.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan ketiga pasien positif COVID-19 tersebut merupakan warga salah satu kecamatan di kabupaten Bekasi.

“Sejak dinyatakan sembuh dan negatif corona, mereka kembali ke rumahnya masing-masing,” kata Alamsyah baru-baru ini.

Dijelaskannya bahwa sejak dinyatakan positif, ketiga pasien menjalani masa isolasi dan penanganan intensif dari dua rumah sakit berbeda. Yakni Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dan Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur.

“Jadi dua pasien di RSHS Bandung sementara satu lainnya dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kota Bekasi,” kata dia. (RON)