Dampak Covid-19, Pembangunan Tertunda

122

Esa Asa Kita News | Cikarang pusat – Pembangunan sejumlah infrastruktur maupun fasilitas publik di Kabupaten Bekasi dipastikan bakal molor seiring dengan adanya pembatasan untuk berkumpul dalam sebuah rapat. Termasuk adanya kebijakan memperbolehkan para pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membawa pekerjaan ke rumah.

”Memang potensi terhambatnya sejumlah pembangunan itu sudah pasti ada, karena untuk berkumpul rapat saja harus dibatasi, serta adanya kebijakan menindak lanjuti Surat Edaran dari Bupati,” ujar Kepala Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Nur Khaidir, Kamis (19/3).

Menurut Khaidir, di tengah kondisi mewabahnya virus Corona (Vicod-19) ini sudah menjadi bencana nasional maupun internasional. Sehingga, untuk memaksimalkan berbagai kegiatan maupun pembangunan infrastruktur, baru akan dilakukan ketika memasuki masa tenang.

”Memang ada imbauan untuk kerja di rumah, serta berbagi tugas. Jadi, untuk memaksimalkan realisasi program kerja, kami persiapkan untuk realisasi fisik. Sebab kondisi perbaikan pascabanjir juga sangat urgent, begitu melihat masalahnya sering terjadi dikala hujan turun,” bebernya.

Lanjut Khaidir, masalah banjir menjadi prioritas bidangnya untuk menyelesaikan beberapa titik yang sempat melanda Kabupaten Bekasi. Selain kondisinya yang memang sedang hujan.

”Penanganan masalah banjir ini menjadi prioritas kami. Namun karena kondisi saat ini sedang marak wabah Covid-19, jadi untuk sementara kami tangguhkan terlebih dahulu,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Iman Nugraha menambahkan, untuk saat ini memang ada potensi tertunda-nya pelaksanaan fisik. Sebab pihaknya sedang fokus penanganan Covid-19.

”Sudah barang tentu ada potensi tertundanya pengerjaan sejumlah fisik, namun kami akan berupaya memaksimalkan apabila wabah Covid-19 sudah kondusif,” janji Iman. (ADV/SEP)