16 Pilkades di Kabupaten Bekasi, Bupati Larang Calkades Kampanye

766

ESA ASA KITA NEWS | BEKASI,- Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja meminta Calon Kepala Desa (Cakades) di 16 desa yang sedang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tidak melakukan kampanye selama 14 hari kedepan. Hal tersebut disampaikan setelah kasus virus Corona (covid-19) mulai ramai belakangan ini di Kabupaten Bekasi.

”Untuk Pilkades tidak boleh ada kampanye selama 14 hari ke depan,” terang Eka usai menghadiri rapat pemembahasan Covid-19 bersama unsur Muspida di Gedung Diskominfo Kabupaten Bekasi, Senin (16/3).

Menurut Eka, masih banyak cara lain untuk melakukan sosialisasi tanpa harus berkumpul bersama para pendukung dengan jumlah masa yang besar. Diharapkan, para Cakades bisa memanfatkan cara lain untuk melakukan kampanye, salah satunya dengan menggunakan media cetak, media sosial (medsos), spanduk dan lain sebagainya.

”Intinya, silahkan berkampanye dengan cara-cara lain. Tentu saja yang tidak saya perbolehkan saat ini berkumpulan di atas 25 orang,” ucap Eka.

Pria yang juga merupakan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi ini berharap, penyelenggaraan Pilkades serentak tahun 2020 ini bisa berjalan kondusif dan aman. Eka juga menyarankan, setiap Cakades bisa menerima apa pun hasilnya nanti. Pasalnya kata dia, dalam setiap kontestasi itu pasti ada menang dan kalah, tinggal bagaimana cara menyikapinya.

”Saya berharap, yang menang bisa berkoordinasi dengan calon yang belum beruntung (kalah). Kemudian yang belum mendapat kesempatan, harus bisa menerima, agar Pilkades ini bisa berjalan kondusif dan aman,” imbuh Eka.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Ida Parida menjelaskan, Pilkades serentak di 16 desa akan berlangsung pada tanggal 19 April 2020, dan pelantikan kepala desa terpilih tanggal 18 Juni 2020.

Lanjut Ida, anggaran untuk Pilkades kali ini mengalami kenaikan. Kemudian untuk sekarang tahapan sudah berjalan yang dimulai sejak bulan November 2019 lalu.

”Anggaran untuk Pilkades ini mencapai Rp 5 miliar. Nanti akan dibagi ke 16 desa dengan hitungan setiap pemilih Rp 25 ribu. Tahapan sosialisasi telah dilakukan sejak November 2019, dan semua sudah berjalan,” tandas Ida. ( ADV/Jiung)